Sabtu, 27 April 2013

Cerita Seks Paruh Baya Bergambar Terbaru - Pengalaman ML dengan Mbak Ririn

Cerita Seks Paruh Baya Bergambar Terbaru - Pengalaman ML dengan Mbak Ririn
Disebuah Kota yang sejuk dan indah disitulah aku tinggal, saat itu usiaku baru 18 tahun, aku sekolah disebuah SMA swasta dikotaku, kegiatanku selain sekolah aku juga suka berolah raga, maka tidak aneh jika postur badanku atletik sebut saja namaku anto.


Kisah ini dimulai saat aku menginap di rumah seorang tetangga sebelah rumahku, dia seorang ibu dengan 2 orang anak suaminya seorang wiraswasta yang kadang jarang pulang ke rumah, sebut saja namanya mbak ririn, malam itu aku diminta menginap dirumah orang tuanya mbak ririn yang letaknya tidak jauh dari rumahku mengingat orangtuanya sedang pergi keluar kota dan kebetulan malam itu ada siaran langsung pertandingan sepakbola yang memang menjadi hobbyku makanya aku mengiyakan saat mbak ririn memintaku untuk menginap di rumah orangtuanya, memang hubungan keluargaku dengan mbak ririn sudah seperti saudara jadi dia nggak segan-segan meminta pertolongan padaku.

Malam itu saat aku sedang asik menonton per tandingan sepakbola, dia datang dengan anaknya yang masih kecil umurnya kira-kira 2 tahun.
“ Lagi nonton apa to ?” Tanya dia padaku
“ Biasa mbak” jawabku sambil terus menonton pertandingan di televise
“ kamu udah maka to?” tanyanya lagi padaku
“ sudah mbak, tadi sebelum kesini saya makan dulu “ jawabku lagi
“oh…”, “ ya udah kalo begitu,mbak tidurin lia dulu ya” kata mbak ririn padaku sambil membawa anaknya ke kamar, “ Oh, iya to, nanti kamu tidur di kamar depan aja ya” kata mbak ririn sebelum masuk kekamarnya. “ iya, mbak “ jawabku singkat.

Tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 22.00, sebentar lagi pertandingan sepakbola akan segera selesai, tiba-tiba mbak ririn keluar dari kamarnya dengan menggunakan pakaian tidur yang memperlihatkan lekukan badannya. “kamu belum tidur, to ? “ Tanya mbak ririn padaku. “ belum mbak, sebentar lagi “ jawabku sambil aku mencuri pandangan kea rah mbak ririn yang tampak begitu menggoda hasrat kelelakianku.
“ mbak sendiri belum tidur ?” tanyaku pada mbak ririn
“ mbak, gak bisa tidur to… gak tau kenapa ? “ jawab mbak ririn padaku
“mbak boleh temenin kamu disini to ?” Tanya mbak ririn “ nanti kalo mbak udah ngantuk baru mbak tidur “ lanjutnya.
“ Boleh dong mbak, “ jawabku



Malam itu aku habiskan waktu dengan mengobrol dengan mbak ririn, saat aku ngobrol sesekali aku memperhatikan lekuk badan mbak ririn yang menggodaku walaupun dia sudah mempunyai 2 orang anak tapi dia pandai merawat tubuhnya sehingga terlihat masih segar, apa lagi kedua buah dadanya yang berukuran cukup besar yang selalu tidak pernah lepas dari pandanganku saat aku mengobrol dengannya. Malam semakin larut akhirnya aku tak kuasa menahan hasrat kelelakianku, aku takut mbak ririn tau apa yang sedang aku rasakan dan aku bayangkan, aku nggak mau mbak ririn marah.
“mbak, udah malam”, “ saya tidur dulu ya…” kataku sambil beranjak dari tempat dudukku.
“ emang kamu udah ngantuk ya, to ? “ Tanya mbak ririn padaku
“ iya mbak”. “ lagian nanti pagi saya harus latihan mbak “ jawabku
“ ya udah kalo begitu “ jawab mbak ririn singkat.

Malam itu aku tidur dikamar depan, hayalanku melayang dan membayangkan apa yang aku lihat saat aku ngobrol sama mbak ririn tadi. Malam itu kebetulan hujan turun di daerahku menambah suasana mendukung hayalanku tentang mbak ririn, andai saja mbak ririn mau malam ini tidur denganku, semakin aku menghayal semakin hilang rasa ngantukku padahal sudah hampir 2 jam aku berada di kamar, tapi rasa ngantuk itu gak kunjung datang juga.

Saat aku menghayal tentang mbak ririn, nggak tau setan apa yang menghampiriku sehingga aku berani melangkahkan kakiku menuju kamar mbak ririn, sesampainya aku didepan kamar mbak ririn aku beranikan diri untuk membuka pintu kamarnya, ternyata pintunya tidak di kunci, setelah pintu terbuka aku beranikan diri masuk ke kamar mbak ririn dengan perasaan yang nggak karuan antara nafsu dan takut, aku dekati tempat tidur mbak ririn, disana aku lihat mbak ririn sedang tertidur dengan pulas dan disampingnya anaknya yang berumur 2 tahun juga tertidur disisinya.

Aku tertegun beberapa saat memperhatikan tubuh indah yang ada di hadapanku, ingin rasanya aku menjamahnya tapi aku tidak memiliki keberanian untuk melakukannya karena aku takut mbak ririn marah padaku. Dengan hati berdebar-debar aku beranikan diri membangunkan mbak ririn yang sedang tertidur “ mbak….mbak rin “ kataku sambil menyentuh kakinya. Mendengan suaraku mbak ririn terbangun dari tidurnya, ia sepertinya kaget karena aku sudah ada di dalam kamarnya. “ ada apa to?” tanyanya sambil kebingungan. “ saya nggak bisa tidur mbak “ jawabku dengan suara bergetar menahan nafsuku. “kamu mau tidur disini ?” Tanya mbak ririn sambil menggeser posisinya. “ lia gimana mbak ?” tanyaku dengan perasaan yang gak karuan. “ Emang kamu mo ngapain to?” Tanya mbak ririn dengan suara yang agak meninggi dan rasa takut. Mendengar pertanyaan itu aku langsung pergi meninggalkan kamar mbak ririn dengan perasaan bersalah dan takut mbak ririn marah. Sesampainya aku di kamarku aku rebahkan diriku di tempat tidur, aku menyesali apa yang sudah terjadi tadi tapi tetap saja bayangan tubuh mbak ririn tetap mengodaku sampai akhirnya aku tertidur lelap.

Pagi hari saat matahari mulai menyapa, aku terbangun dan langsung mengarahkan kakiku kea rah kamar mandi yang terletak di dekat dapur, saat aku melintas aku melihat mbak ririn sedang menyiapkan sarapan pagi. “ udah bangun to ?” Tanya mbak ririn mengagetkanku. “ ehhh.. udah mbak” jawabku dengan suara gugup, sambil terus berlalu menuju kamar mandi. Sesampai dikamar madi aku bergegas mandi dank arena aku sudah tidak sanggup menahan hasrat nafsuku maka aku melakukan o**ni maka tumpahlah lahar panas pagi itu di kamar mandi.

Selesai mandi aku bergegas kekamarku untuk segera pergi latihan dengan menahan rasa malu dan bersalah. “mbak, saya pamit ya” kataku pada mbak ririn yang saat itu masih asik di dapur. “ saya mau latihan dulu mbak “ kataku lagi. “ loh, kamu nggak makan dulu to ?” Tanya mbak ririn padaku. “makasih mbak”.”udah terlalu siang” kataku sambil menuju keluar. “ ya udah ati-ati perginya ya” kata mbak ririn. “ya, mbak” jawabku singkat. “makasih ya to” katanya lagi sambil memperhatikanku keluar dari rumahnya, aku hanya mengangguk tanpa berani menatapnya.



Seminggu setelah kejadian itu, aku sering kali menghindar untuk ketemu dengan mbak ririn, aku merasa malu atas apa yang aku lakukan waktu itu. Di suatu siang saat keluargaku sedang tidak ada di rumah tiba-tiba pintu rumahku diketuk oleh sesorang dari luar. Aku bergegas membukakan pintu, aku pikir orang tuaku pulang dari undangan, saat pintu aku buka. Aku terkejut ternyata yang datang adalah mbak ririn.”ehh..mbak” kataku sambil menahan rasa malu. “ kamu kemana aja to?”Tanya mbak ririn. Aku tidak menjawab. “masuk mbak” kataku sambil mempersilahkan mbak ririn masuk. Mbak ririn melangkah masuk kerumahku. “pada kemana to?”.”kok sepi” Tanya mbak ririn. “lagi pada pergi ke undangan mbak” jawabku singkat. Mbak ririn duduk di kursi sopa di hadapanku .”to….kamu marah sama mbak ya?” Tanya mbak ririn padaku. “marah kenapa mbak?” tanyaku dengan perasaan bingung. “ akhir-akhir ini kamu selalu menghindar untuk ketemu mbak kan?” tanyanya lagi. Aku terdiam “ nggggak kok mbak” jawabku.

“kalo nggak, kenapa setelah kejadian yang kamu nginep di rumah orang tua mbak kamu selalu mnghindak ketemu mbak?” Tanya mbak ririn. “saya malu mbak”.”saya minta maaf, kalo saya udah lancang masuk kekamar mbak”.”saya takut mbak marah” jawabku sambil tertunduk malu.”kamu ini aneh to” kata mbak ririn sambil tertawa “masa begitu aja mbak marah sih” kata mbak ririn lagi. “emang apa sih yang kamu mau dari mbak?” Tanya mbak ririn padaku. Mendengar pertanyaan itu aku memandang mbak ririn dengan pandangan tajam. “loh kok malah bengong !!!“ kata mbak ririn lagi yang mengejutkaku. Aku hanya tersenyum . “ kapan kamu mau nginep lagi?” Tanya mbak ririn lagi. “nggak tau mbak” jawabku singkat. Sedang asik-asiknya kami mengobrol tiba-tiba ibuku pulang “ehhh…ada mbak ririn” sapa ibuku . “ dah lama mbak ?” Tanya ibuku. “ iya…tante”. “ tadi sih tante” jawab mbak ririn singkat. “ ini tante, saya mau minta tolong sama anto buat jagain rumah mama lagi mala mini “ kata mbak ririn pada ibuku. “ ohhhh… boleh aja “ jawab ibuku. Setelah itu kami ngobrol banyak hal sampai akhirnya mbak ririn pamit pulang dan sebelum pulang Ia sempat mengingatkan aku untuk menjaga rumah ibunya dan memberikan kunci rumah kepadaku.

Malam itu aku tidur di rumah orang tuanya mbak ririn, suasana malam yang begitu dingin ditambah hujan rintik-rintik membuat suasana hening. Untuk melepas rasa sepiku aku mencoba mencari hiburan dengan menonton televisi, tapi setelah beberapa kali aku cari acara yang menarik untuk aku tonton ternyata nggak ada yang menarik maka aku putuskan untuk menonton video yang ada di leptopku, kebetulan di leptopku banyak sekali video yang dapat mengusir penatku. Satu demi satu video blue yang ada di leptopku aku putar tanpa aku perhatikan keadaan disekitarku karena aku pikir aku hanya sendirian di rumah itu. Tapi tiba-tiba “ Anto…… “ suara itu mengejutkan aku. Aku terkejut dan memalingkan muka ke arah suara itu. Ternyata mbak ririn sudah berdiri di depan pintu kamarku. “ loh..kok mbak bisa masuk sih “ tanyaku pada mbak ririn “ kan pintunya udah saya kunci mbak?” tanyaku lagi. Mbak ririn hanya tersenyum “ mbak jugakan punya kunci rumah ini to “ jawab mbak ririn. “mbak udah lama ?” tanyaku pada mbak ririn. “ iya…” jawab mbak ririn singkat. “kamu lagi nonton film apa to” Tanya mbak ririn padaku. “ini mbak…” jawabku sambil malu-malu. Mbak ririn berjalan mendekati meja dimana leptopku diletakkan. “ ohhhhhhh….” Ujar mbak ririn. Sampil terus memperhatikan adegan yang terjadi dalam film di leptopku. “kamu suka nonton film gituan ya to” Tanya mbak ririn sambil duduk di samping tempat tidur. “ iya…mbak “ jawabku polos. “kalo mbak suka juga?” aku balik bertanya sama mbak ririn. “ sapa sih yang gak suka nonton film begituan” jawab mbak ririn. “ tapi mbak lebih seneng praktekinnya” kata mbak ririn sambil tertawa nakal. “ ahh..mbak bisa aja “ jawabku sambil memandang kearah mbak ririn. Akhirnya kami berdua ngobrol tentang banyak hal terutama tentang seks ternyata mbak ririn suka juga membicarakan masalah yang satu ini, makin lama obrolan kami makin seru dan tanpa terasa waktu sudah menunjukkan pukul 21.00 malam. “mbak..gimana hubungan seks mbak sama om Doni” tanyaku dengan berhati-hati. Mbak ririn menarik napas panjang “ mbak nggak mau cerita itu to” jawabnya. “ loh..emang kenapa?” tanyaku. Akhirnya setelah beberapa saat mbak ririn mau juga menceritakan hubungannya dengan om Doni suaminya, dia bercerita bahwa hubungannya baik-baik aja hanya beberapa bulan belakangan ini mbak ririn merasakan hubungannya dengan om doni kurang greget tidak seperti sebelum-sebelumnya . aku mendengarkan cerita mbak ririn dengan seksama. “mbak, kalo saya denger cerita mbak tadi rasanya mbak ama om doni harus mencari vareasi dong” saranku. “ jangan gitu-gitu aja” ujarku lagi.”gitu-gitu aja gimana maksudnya?” Tanya mbak ririn. “ ya.. gitu “. “ saya nggak bisa jelasin mbak” jawabku dengan nada gugup. “maksud kamu mbak harus nonton film dulu?”. “ atau vareasi posisi berhubungan gitu?” Tanya mbak ririn. “ ya…mungkin itu salah satu yang bisa membantu mbak ama om doni supaya lebih hot lagi “ jawabku nakal. “ kamu bisa aja to” kata mbak ririn. “ kaya kamu udah pengalamn aja” kata mbak ririn lagi sambil tersenyum. “ ada saran lain gak ?” Tanya mbak ririn. Aku tersenyum “ maaf ya mbak mungkin saran saya ini konyol “ kataku. “ Apa?” Tanya mbak ririn penasaran. “ Mungkin mbak harus coba ama orang lain “ kataku. “ maaf ya mbak, jangan marah”.”inikan Cuma saran” ujarku lagi.

Mbak ririn terdiam. Mungkin dia sedang memikirkan matang-matang saranku tadi.
“tapi dengan siapa mbak harus melakukannya to?” Tanya mbak ririn
“siapapun pasti mau mbak, soalnya mbak kan masih cantik, seksi lagi “ jawabku nakal
“ kamu bisa aja to “. Kata mbak ririn sambil tersipu manja. “ kalo mbak pilih kamu, kamu mau nggak?” Tanya mbak ririn.

Aku terkejut mendengar pertanyaan itu. Padahal dalam hatiku itulah yang aku inginkan. Tapi aku berusaha jual mahal . “ loh…kenapa harus saya mbak ?” tanyaku.
Mbak ririn menarik napas panjang. “ ya..udah lupain aja to…” jawab mbak ririn sambil beranjak dari duduknya. “ mbak tidur dulu ya.” Katanya. “ slamat malam to” ujarnya lagi.
Aku terdiam dan terpaku dan tidak menjawab apa yang mbak ririn ucapkan. Aku hanya memandang berlalunya mbak ririn di hadapanku dan keluar dari kamarku.

Aku merasa menyesal kenapa tidak aku iyakan aja pertanyaan mbak ririn tadi. Hayalanku melambung jauh membayangkan kami berdua bercinta, bergumul dan saling meregang. Ohhhh indahnya jika terwujud gumanku dalam hati.

Karena aku merasa haus aku melangkahkan kakiku menuju dapur untuk mengambil segelas air minum, sesampainya didapur aku terkejut karena aku melihat mbak ririn ada disana sedang mengambil air minum juga. Tetapi yang membuat aku terpesona adalah mbak ririn hanya menggunakan kaos putih yang tipis tanpa menggunakan bawahan.
“ mbak….” Kataku.
“ ehhh…kamu to “ katanya. “ mo ambil minum ya?” tanyanya lagi
“ iya …mbak “ jawabku sambil terus memperhatikan tubuh mbak ririn yang terlihat menggodaku
Aku melangkahkan kakiku mendekati mbak ririn. Pikiranku sudah tidak karuan antara hasrat dan takut. Tapi aku beranikan diri untuk lebih dekat dengan mbak ririn. Saat sudah dekat entah kenapa keberaniaku timbul lebih besar untuk memeluk mbak ririn.
“ mbak….boleh saya minta sesuatu, mbak ?” tanyaku
“ kamu mau minta apa to “ tanyaku
“ boleh saya peluk mbak “ tanyaku



Mbak ririn tersenyum. “ sini …” katanya sambil mengulurkan kedua tanganya ke arahku.
Tanpa pikir panjang aku peluk mbak ririn dengan eratnya. Dan tanpa aku sadari kemaluanku ternyata sudah tegang. Dengan sedikit keberanian aku kecup kening mbak ririn dan diapun terbawa suasana itu. Mbak ririn memejamkan matanya. Tanpa menunggu waktu lama aku kecup bibir dan aku lumat habis bibir mbak ririn yang terlihat sangat menikmati permainanku, aku telusuri rongga mulutnya dengan lidahku….dan diapun membalasnya dengan nafsunya yang membara.

Tidak hanya disitu, tanganku mulai beraksi meremas kedua buah dadanya yang montok. Diapun mendesah “ ahhhhhh….anto “ desahnya. Aku tidak peduli aku coba singkapkan kaos yang dia gunakan aku masukkan tanganku ke celana dalamnya, aku elus kemaluannya. Ternyata sudah basah. “ ohhhhh.. anto kamu nakal “ desahnya lagi. Aku makin bernapsu. Aku angkat kaos yang dipakain mbak ririn ternyata dia tidak menggunakan BH langsung aku isap putingnya yang selama ini menggoda imanku, aku lumat putingnya, aku isap. “ ooohhhhh….annntooooo” desahnya membuat napsuku semakin membara.
“ mbak, aku saying mbak” kataku
“ mmmmhhhmmmm ….” Desahnya tanpa bisa mnjawab
“ to…. Jangan disini, dikamar aja ya “ ajaknya padaku
Akupun mengikuti kemauannya menuju kamarnya.
Sesampainya dikamarnya, aku tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan langka ini, aku langsung lucuti kaos yang dipakai mbak ririn dan sedikit memaksa aku pelorotkan celana dalam yang dipakainya.
“ sabar dong toooo “ kata mbak ririn
Aku tidak pedulikan perkataan mbak ririn, aku dorong dia ke tempat tidur aku buka kakinya dan aku jilat kemaluannya dengan lidahku. “ uhhhh….ssstttt… ohhhhhh “ desahnya
Aku terus mempermainkan lidahku di dalam kemaluannya, ia menggelinjang penuh kenikmatan dan setelah beberapa saat aku mempermainkan lidahku dikemaluannya ia menekan kepalaku sehingga aku makin terpendan di dalam kemaluannya.
“ ohhhh…antooo….yesssss…terussssss tooooo “ desahnya penuh napsu
“ ohhhhh….ssssssSSSSssss….anto kamu nakal “ ujarnya

Akhirnya aku merasakan ada cairan manis yang keluar dari kemaluannya, aku tidak berhenti dan terus menjilat dan menghisapnya. “ to…udah saying, gentian ya “ kata mbak ririn
Akupun menghentikan kegiatannku. Mbak ririnpun duduk di atas tempat tidur dan ia menariku untuk lebih mendekat. Tanpa ragu-ragu ia membuka celanaku dan tanpa kemaluanku yang sudah menegang
Ia mengusap kemaluanku dengan lembutnya dan akhirnya ia mengulumnya dengan penuh napsu
“ ohhh… mbak…..SSsssss “ desahku
Dia terus mengocok kemaluanku, mbak ririn memang sudah berpengalaman dengan hal ini.
“ ohhhhh….yesssssss “ desahku lagi
“ mmmmhhhhmmm…. “ desahnya
“ mbak udah, mbak “ kataku
Mbak ririnpun menghentikan kegiatannya.
“ aku masukin ya mbak “ pintaku dengan penuh napsu
Mbak ririn nggak menjawab ia hanya mengangguk tanda setuju.
Maka dengan bantuan tangannya aku arahkan kemaluanku kea rah kemaluannya. blesssssssssssssssssssss, mbak ririn sedikit tersentak sambil menyeringai….bleess bleess bleess bleess bleess bleess bleess bleess bleess bleess ooohhh bleess bleess bleess aku tarik ulur penisku keluar masukandalam vag|na mbak ririn……..
“ohhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh “ desahan panjang keluar dari mulut mbak ririn
Setelah puas dengan gerakan tadi aku lanjutkan pergerakan ku, kulipat kakinya keatas sehinga aku merasakan kemaluannya menyempit kugoyang kemaluanku dengan penuh napsu….srelp srelp srelp sreppppp kutahan dan ku putar kemaluanku dalam vaginanya…
“mbaaaaaaaaaaaaakkk aku…oooohhhh”. cretttttttttt cretttttt crettttttttt “ ooohhh “ mbak ririn memeluku dengan erat
“oooooohhhhhh….” dia juga berteriak ternyata dia juga merasakan lahar panas tumpah dari dalam vaginanya.
Tubuh kami basah oleh keringat, kamipun saling berpandangan dan tersenyum tanda suka dan gembira.
“ Anto, makasih ya “ katanya
“ makasih apa mbak?” tanyaku
“ kamu udah memberikan kepuasan sama mbak “ katanya

Aku hanya tersenyum. Dan akhirnya malam itu kamipun tidur berdua dengan tanpa sehelai benangpun. Dan kami ulangi beberapa kali hubungan itu layaknya suami istri.
Setelah kejadian itu, kami selalu menyempatkan untuk melakukannya baik itu dirumah mbak ririn, dirumah orang tuanya malah sempat waktu itu karena mbak ririn tahu dirumahku hanya ada aku ia memintaku untuk melayaninya dikamarku. Dan sejak hubungan gelapku dengan mbak ririn aku sering mendapat tambahan uang saku untuk sekolahku.

sumber

Cerita Dewasa 2013 Melayani Nafsu SeKs Mbak Tika

Cerita Dewasa 2013 Melayani Nafsu SeKs Mbak Tika - Arena Cerita adalah tempat Cerita Dewasa 2013 yang mungkin kalian suka. bagi kalian yang belum berumur 20 tahun silahkan kalian baca cerita yang lain karena ini adalah Cerita Dewasa atau istilah lain nya Cerita Seks. Jika kalian tidak suka dengan Cerita Dewasa ini Kalian bisa mencari dengan kata kunci Cerita Mesum atau juga Cerita Ngentot.

Cerita Dewasa 2013 - Ini merupakan kisah nyata, sebuah ​​pengalaman sexual yang pernah aku alami sebelum menikah, tepatnya dari mulai umur 11 tahun sampai umur 28 tahun. Sebelumnya perkenalkan namaku Ardi, 31 tahun. Saat ini sudah berkeluarga dengan Rini 30 th (pacar selama kuliah di PTN Jember).

Entah kenapa, secara sexual aku beranggapan selalu beruntung menemukan pengalaman baru, Partner baru dan Sensasi yang berbeda. Mungkin karena aku punya wajah yang lugu,perhatian dan juga pantang menyerah sampai bisa nglihat tubuh telanjang semua perempuan yang secara sexual menarik perhatian saya dan juga sesuai selera saya (pake jilbab).



Cerita Dewasa 2013 Melayani Nafsu SeKs Mbak Tika - Seperti opening sory di atas, kejadian ini bermula saat saya masih duduk di bangku kelas 5 SD, umur 11 tahun. Kakak saya duduk di Bangku SMP kelas 2. Kami 3 bersaudara, Kakakku anak pertama, dan Aku anak terakhir dari 2 saudara laki laki. Kedua Orang Tuaku Kerja d perusahaan Rokok swasta terbesar di Kota Tahu Jawa Timur.

Tika (Nama Kakak), punya tubuh yang proporsional saat kelas 2 SMP, BH sudah penuh dengan Isi payudaranya..., Puting kecil dengan lingkar puting coklat yang menggairahkan. Tingginya saat itu msh 154, berat badan 38, BH 32 B. Wajah standard nilai 7, kulit kuning langsat dan berbulu halus di tangan dan kakinya.

Kejadian pertama terjadi saat aku sedang sakit typus, setelah opname di RSUD Gambi*** di kediri selama 15 hari, saya diperbolehkan pulang untuk rawat jalan. 3 hari setelah rawat jalan d rumah, kedua orang tuaku pergi ke Surabaya untuk menghadiri acara nikahan selama 3 Hari. Untuk itu, selama ibukku tidak ada, Tika kakakku merawat dan menjagaku setiap saat (kebetulan saat itu libur sekolah untuk tingkat SMP).

Hari Pertama, Kakak yang malamnya tidur sekamar denganku bangun, bersih bersih rumah, tidak lupa sambil masak air hangat untuk menyeka tubuhku..!!! Hampir tidak ada keganjilan dan nafsu apapun yang tersirat di wajah kakak, dia membuka smua bajuku hingga tinggal CD ku yang tertinggal. Kakak menyeka, mengusapkan sabun dengan penuh kasih sayang, sabar dan telaten. Malam harinya Kakak menemaniku tidur di kamar, dia serius membaca sebuah buku...kadang kadang terdengar desahan Nafas berat keluar dari mulut Kakak...hhhhheeeehhh....!!!!

Hari Kedua, seperti biasa...setelah bangun kakak bangun dan beres2 rumah, jam 8 kakakku Tika ke kamar masih memakai baju tidur, membawa Ember berisi air hangat untuk menyeka tubuhku lagi.., aku membuka bajuku sendiri kecuali CD ku. Pandangan kakak terlihat lain, dia mengamati semua bagian tubuhku...!!!

Kakak: dek...biar gak pusing..adek rebahan aja...sambil kakak seka tubuhnya. Iya mbak, jawabku. Nafas berat mengawali kakaku saat mulai menyeka tubuhku...!!!
Kakak: mbak nyekanya gak pake kain ya dek...biar bisa gosokin badan adek.., biar rata ngasih sabunnya. Iya mbak, Jawabku. Kakak mulai membasuhkan air d tubuhku...usapan..usapan tangan kakakku membuat sedikit geli (merangsang) tubuhku...!!! Hingga tanpa sadar Penis Kecilku berdiri tegak di balik sangkarnya.

Kakakku: CD nya di lepas aja ya dek, biar mbak bisa bersihkan selangkangannya....!!! Jangan tho mbak, isiiin aku...(Jawabku). Tapi kakakku tetep melorotin CDku sambil bilang...udah...ga usah isin...khan sama kakaknya sendiri.

Waaahh...kebelet pipis tho dek kok burunge ngaceng (berdiri)...kata Kakakku Tika.
Aku jawab...gak mbak, khan tadi udah pipis waktu mbak nyapu...!!!
Lahhh..terus kenapa iki kok gerak2 ngaceng gini manuke...goda Tika Kakakku, sambil mbasuh air hangat di selangkangan...testis...dan pahaku.

Aku merasakan geli yang aneh di tubuhku saat Tika nyentuh lembut testis sambil sesekali nyenggol Penisku yang udah gundul di khitan saat umur 8 tahun...., aku spontan bilang....mbak udah mbak...geliii...jadi pingin pipis. Tika kakakku malah senyam senyum..., sambil bilang...tunggu sebentar ya...mbak tika ambilkan tempat pipis.

Tika keluar Kamar, tidak lama masuk kamar tapi tidak membawa ember tempat pipis..., malah ganti baju daster. Loh mbak...mana tempat pipisnya..., tanyaku bingung.
Tika diam saja, malah naik keatas tempat tidur..., sambil bilang...udah dek ardi tenang ae..., nurut kata mbak...biar cepet sembuh. Iya mbak...jawabku.

Kakak langsung megang burung kecilku..di sabun..di usap usap...kemudian di basuh air dan di lap pake handuk...(Mbak...tambah geli..pingin pipis mbak....rengekku).

Tiba..Tiba Kakakku naik ke atas tubuhku.., sambil mengangkat ke atas baju dasternya....(Aku makin bingung apa yang mau di lakukakan mbak Tika)
Tika bilang...dek..pipisnya di sini aja ya...!!! (Sambil tangannya nunjuk ke vaginanya)...
Belum sempat aku jawab..Kakakku sudah..megang Penisku...di tempelkan di Vaginanya...kemudian di gosokkan ke Vaginanya..!!!
Uuuuhhhh...ardi...., mbak tika pingin kamu pipis di dalam sini..., mbak tika pingin ardi cepet sehat...jadi buanglah pipis dek ardi di sini (vagina)...!!!
Aku tidak paham apa yang di lakukan mbak tika, tapi aku melihat wajah mbak tika memerah, bibirnya di gigit..sambil payudaranya di remas2.., ooowwwggghh...ooouuhhgg...suara dr mulut kakak saat vaginanya bergesekan dengan penisku.

Akupun menahan geli...dan semakin tegang saja penisku....eeeehhhhhmmm...mbaaak... Gelliii mbaak...gelii tenan...,
Mbak tika megang penisku...aku merasakan Penisku seperti di tekan masuk pelaaaan ke dalam sebuah lubang..., tahaaan ya dek ardi....burungnya mau tak masukkan ke tempeknya mbak tika, biar dek ardie bisa pipis di dalamnya....., aku mengangguk..iya mbak, jawabku.
Kakakku makin kuat nekaaaan dan nindih penisku..., tampak sedikit kesulitan dan menahan rasa sakiit saat menekaaan penisku...., aaaahhhhh.....sakiiiit....ardiiiieee....(Sambil ambruuk di atas tubuhku) , teriakan mbak tika saat aku merasakan penisku masuk ke dalam sebuah lubang...sempiit..geliii...angeet...dan berdenyut.

Aku merasakan sebuah cairan meleleh di pahaku..., setelah beberapa saat...mbak tika bangun dan melihat darah keperawanannya mengalir..., dan membersihkan darahnya dengan handuk...!!!
Setelah itu Tika melepas smua bajunya..dan naik lagi di atasku...., siiaaap ya dek...mbak mau ngeluarkan pipismu..., mbak tika megang dan nuntun penisku..sekali tekan udah lgsg masuk...blessss....., aaahh...ehhhhhmmm....suara desahan kakakku..., mbak tika nuntun tanganku untuk meremas susunya..., remes pentile mbak tika ardi.....remes diii....aaahhh....sambil terus menggoyangkan pantatnya..!!! Eehhhmm...tempek mbak tika enak gak...ayoo dii...pipisnya keluarkan di dalam ya...mbak tika enakk dii...tempek mbak tika kedut..kedut...racauan kakakku, sambil terus jepit genjot goyang penisku di vaginanya.
Ahhhhh....sayaaaang....ardi......mbak tika mau pipiiiiisssss..........srrrrrrr....serrrrrrr...... ahhhhh....enakk banget arrr....oooouuughhh.....!!!! Aku memang merasakan sebuah cairan hangat keluar dari vagina tika, Vaginanya menjepit dan menghisap kuat penisku (Orgasme), akupun merasakan sebuah sensasi luar biasa nikmatnya...!!!
Mbak tika ambruk lagi..mencabut vaginanya dari penisku..., rebahan di sampingku sambil mencium..dan bilang...dek...jangan bilang siapapun yaa...ini rahasia kita..., mbak tika sayang ardi...ardi harus janji akan menjaga rahasia yang mbak lakuin tadi sama ardi.
Iya mbak, jawabku. Mbak tika meluk dan minta di ciumi payudaranya.
Malam hari, setelah kakak membaca buku...,Tika mengunci pintu, dan naik ke atas kasurku (ada 2 kasur).

Mbak tidur sini ya..., mbak mau ngelonin ardi..biar hangat dan cepat sembuh..!!!
Iya mbak, jawabku. Mbak tika..., yang kita lakukan tadi kok geli enak itu apa namanya mbak...tanyaku.

Ohhh...itu namanya Ngembik (Kawin, Kentu, Ngesex) jawabnya.
Laah tadi tempeknya kok berdarah mbak, tanyaku lagi...!! Itu namanya darah perawan ardiee...., kalo pertama pasti keluar darahnya jawab kakakku sambil meluk dan nyium keningku.

Apa ardie mau Ngembik lagi sama mbak tika...??? Belum sempat jawab mbak tika sudah nafsu mencium bibirku..., ehhmm...ehhhmm...mbaaak...tikaa...pingin lagi sayaaang..., pingiiin pipiss enak lagii....rengek tika sambil nyiumi bibirku.

Mbak....., burungku ngaceng lg....!!! Kataku. Mbak tika lgsg ngusap..megang..dan ngocok penisku..., dia sangat nafsu..bajuku lgsg di buka smua...kakakku juga membuka bajunya...BH dan CD nya...!!!
Aku lgsg beranikan diri nyentuuh...ngreemas2 payudara Tika yg masih mulus dengan puting kemerahan..., Aaahhhhh....adikku udah mulai pinter nih...goda mbak tika..sambil nyium bibirku lagi dan membelai lembut penisku yang makin tegang.

Kakakku bangun dari posisi rebahannya, dan bilang...deek...mbak mau ngemut Pelimu ya...., belum jawab kakaku sudah memasukkan penis kecilku ke dalam mulutnya...., aaahhh....eehhhmm...sSsssttt...mbakk..gelii mbaak...geliii mbakk...!!! Ocehku. Mbak tika bilang..ssseeeeettt...(Sambil isyarat utk nutup mulut)...jangan rame, nanti kakakmu kedengaran...ucapnya. Akupun ngangguk...dan menahan geli di emut kakak sambil merem melek njambak rambut Tika Kakakku...!!!
Deeekk....gantian tempek mbak tika di emutin ya...,bisik Kakakku.
Aku pun bangun, Tika rebahan dan membuka lebar pahanya...nuntun tubuhku naikin tubuh tika dengan posisi terbalik (69), jilatin arr....!!!
Dengan agak jijik...krn lendir dan bau anehnya..aku beranikan nempelkan mulut ke Vagina Tika..., aku usap2kan bibirku...nekaaan...vagina yg mash belum banyak rambutnya. Setelah terbiasa dg baunya, aku mulai berani membuka mulut...gigit lembut vaginanya....jilatin vagiananya...dan menghisap lendir2nya....!!! Kakakku meracau...gerakan tubuhnya tdk karuan, pantatnya naik turun menahan geli jilatan lidah di vaginya...!!! Aku juga merasakan kakaku ngemutin penisku...nyedotin buah zakarku..., suara desahan tertahan malah mbuat kami makin bergairah.

Ahhh...ehhhmm....ardie, masukkan penismu ke tempek mb.Tika, mbak dah ga tahan arr....pinta Kakakku...!!!
Akupun bangun, mbak tika nuntun aku untuk duduk di hadapannya...mbuka lebar kakinya..., nuntun penisku dan..tekan dekk..., ehhmm....blesssss.....seleeepp....penis kecilku masuk smua ke liang Vagina Tika..., ehhhmm....ehhhmmm....!!!! Maju mundurkan penismu, rebahan dan emut susu mb.tika sayaang...ucap kakakku.

Sambil rebahan..aku genjot vagina kakakku...suara ceplak ceplok makin kencang...suara deritan lendirnya makin terdengar...dg lahap aku mencium dan menghisap puting kakakku..aku gigit dan tarik2 putingnya....!!! Aahh..ahhh...ssttt...enak banget ardie...peli mu enak banget...mbak tika sayang ardi...mbak tika pingin ngembik terus sm ardi...pipis di dalam ya sayaang...racauan kakakku..., dengan nafas terengah..aku terus nusuk2 vagina Tika....geli...anget...dan kedutannya membuat aku melayang...!!!
Gantian dek...mbak tika di atas..., kamu duduk sandaran ya..., mbak tika duduk di pangkuanmu...!!! Ucapnya. Aku nurut saja...mbak tika lgsg megang penis dan memasukkan lagi ke dalam vaginanya..., uuhhh...uuhhhm...ahhaahh..enAk sayaang...jilatin terus pentil mb.tika..gigiti pentilnya...ucap kakak sambil terus goyangin maju mundur pantatnya...!!!
Tidak berapa lama.....kepalaku di tekan kuat ke dalam payudaranya....goyangannya makin tak terkendali...guncangannya makin liar..daaan....mbaaak mau pipissss ardii....mbak sampee.......mbakkkkk....ngembes tempeknya.....(Bersmaan itu aku mersakan cairan hangat nikmat luar biasa membanjiri penisku)...kedutan vagina kakakku menjepit kuat penisku...terasa nikmat luar biasa, seperti mau pipis tapi ga keluar pipisnya (Orgasme tanpa mengeluarkan sperma, karena belum Baligh)
Nafas mbak Tika dan aku terengah engah...mbak tika meluk erat tubuhku..nyium dahi pipi dan juga bibirku..., makasih ya sayang....makasih dah mbuat mbak pipis enak lagi...!!!
Sama sama mbak, ardie juga sayang...td ardie juga pipis rasanya..tapi ga terasa keluar pipisnya...tapi enak banget rasanya mbak....!!!
Hari Ketiga, siang hari...saat kakak ke 2 tidur sehabis sekolah..., Mb. Tika ngajak aku bangun dari kamar. Katanya mau di bersihkan mandi air hangat di kamar mandi.
Aku berjalan...dan masuk kamar mandi.., mb.tika masuk dan ngunci kamar mandi..., aaahh....ngembik lagi ini (pikirku). Buka bajunya sayang...pinta Tika. Iya mbak, jawabku..., mbak tika mo ngajak ngembik di kamar mandi ya...godaku.
Ahhh...km ini arr...tahu aja rencana kakak...jawabnya sambil jongkok nyiumi penisku.
Aku duduk di pinggir bak mandi..., ngocok2 penisku...,ahhhh....mbak....emutin mbak...emutin penisku...!!!
Pasti sayang....jawabnya, sambil masukkan penisku ke dalam mulutnya....lidahnya njilatin ujung penisku..., ooohhhhh.....gilaaaa....gak terbayangkan rasanya..., kurang lbh 5 mnt..Tika terus ngocok penisku di mulutnya...,!!!
Kemudian dia bangun dan nungging..tangannya pegangan bak mandi..., ardiii.....tusuk mbak dari belakang yaaa...., cepetan sayang...mbak ga tahan..pengEn banget.
Akupun turun...sambil berdiri aku masukkan penisku ke lubang vagina kakakku yang sudah aku ketahui d mana letaknya...., sleeeeepppp.....!!!! Ehhhhmmmm........ardi.....makin lama makin ga tahan pingin Ngembik dengan kamu....mbak tika terangsang terus....ocehan kakakku.

Aku terus sodook vagina Tika,,,sambil ngremas payudaranya dr belakang..., bokong Tika maju mundur ngikutin irama kocokan Penisku..., cairan vagina kakaku terasa banjir dan menghangatkan batang penisku..., pantat Tika makin liar...goyangan maju mundur..naik turun membuat penisku makin nikmat dlam jepitan Vaginanya..., aahhh...mbaak...vaginanya enak banget...angeeet lendirnya.....jepit terus mbak....ocehku. Makin lama aku makin paham dengan seksual...jika mbak tika sudah bergoyang gak karuan..akupun juga smkn kencang nyodokin penisnya ke vaginanya....!! Lebiiih kenceng sayaaang.....lebih dalaaam....lebih kuaaat lg....remas payudara mb.tika....pukul..pukul..pantat mbak tika...!! Pinta mb.tika. Akupun nglakuin smua permintaannya...daan....mbak tikaa keluaaarrr pipissssnya ardi......aaahhhhh....ahhhhhh....aaaahhh.....jerit nya dg nada pelaaan...!!! Tampak cairan bening keluar netees ngalir jatuh dari lubang vaginany...!!! Tapi aku masih blm merasakan pipis keluar dr penisku..., tanpa bicara aku terus genjot vaginanya....aku pegang pinggang Tika....ceplook..ceplook....(Suara adu pantat dg paha)....dan mbaaakkk....aku pipis juga kayakknya.....aahhh..arrrrgghhhh....!!!! Jeritku..!!! Aku merasakan ada penisku kedut2 d dalam vagina mb.tika...!!! Makin nikmat rasanya..dan anget...!!! Setelah sma puas...kakakku memandikan tubuhku dan mbuka pintu kamar mandi.

Setelah kejadian itu...aku dan mbak tika selalu melakukan kegiatan bersetubuh di berbagai tempat dan kesempatan.
Pada saat aku duduk kelas 1 SMP, aku mengalami mimpi basah..., aku cerita pada mb.tika kalo aku mimpi bercinta dg seseorang, dan ngompol d celana.

Kakakku menciumku....dan bilang...itu tandanya kamu sudah dewasa...dan bisa membuat mb.tika hamil kalo bersetubuh dengan mb.tika...ucapnya..sambil megang penisku. Setelah mb.tika suci (menstruasi) nanti kita coba buktikan ya ar..., mbak buat kamu keluar pipisnya kental,putih dan terasa makin nikmat.

Akupun di suruh membaca bukunya..ternyata buku Cerita Dewasa. Semua yang di ajarkan kakakku bersumber dari alur cerita di buku tersebut.
Setelah 5 hari, kakakku sudah suci dari menstruasinya..., sepulang sekolah kakakku bilang..., Ardi..mbak tika siap di Setubuhi lho nanti malam, kamu udah baca buku mbak tika blm??? Sudah mbak, ardi siap pipis di tempik mb. Tika.

Malamnya, mbak tika pura2 mbantuin aku ngerjakan PR d kamarku, Kakakku laki2 sering tidur di musholla sama temen2 sebayanya...Jadi mlm itu aku dan kakak belajar bareng di Kamar..!!!
Ketika kedua orang tuaku blm tidur, kami belajar sambil sesekali berciuman, ngremas..dan ngraba vagina mb.tika, peniskupun tak luput dari emutan emutan singkat kakakku, mbuat kepalaku pusing bergairah dan tidak konsentrasi belajar.

Lampu ruang TV sudah mati, pertanda kedua orang tuaku sudah tidur..., aaahhh...ini saatnya melakukan persetubuhan sedarah untuk pertama kalinya setelah Akil Baligh....bisikku dlm hati.

Deek...mbak tika siap di apain aja lho, nikmati tubuh mbak tika kapanpun ardie mau..!!! Ucapnya, IYa mbak...mlm ini aku mau pipis di mulut mbak tika...(Seperti kisah dalam buku cerita dewasa mbak tika). Boleh..boleh...silahkan pipis di mana aja kamu suka sayang..., jawab Tika sambil mulai menciumiku dan mbuka bajunya.

Akupun mulai mencium mulut mb.Tika..menghisap lidahnya..menggigit lembut bibirnya..., ciuman basah, liar, menggebu yang membuat kami sulit bernafas karena saling memuaskan nafsu bibir saat berciuman. Kali ini aku bener2 menguasai keadaan..(Hasil baca buku dewasa)...sambil terus cium bibir..aku mulai meremas remas payudara mb.tika...putingnya sudah tegang berdiri, daging susunya mengeras..., desahan nafas mb.Tika makin tidak karuan..tangan tika liar megang dan ngocok penisku...ehhhhmm...aaaahhh...kegiatan slg merangsang yang luar biasa liar.

sumber

Minggu, 21 April 2013

Cerita Seks – Lia, Sahabat Kuliahku Yang Imut dan Hot


Kata orang, sahabatan antara cewek dan cowok adalah sesuatu yang enggak
mungkin. Hmm… mungkin ada benarnya kalo melihat persahabatan aku dengan
Lia, seorang gadis imut teman sekelasku sewaktu kuliah.Aku mulai
bersahabat dengan Lia sejak aku masuk kuliah.


Sampai lulus kuliahpun kami tetap bersahabat. Hmm… dalam hati kecilku
sebenarnya aku ingin lebih dari sahabat. Aku sangat menyukai Lia, gadis
imut yang selalu ceria. Gadis yang tidak pernah melepaskan seyum dan
tawa dari bibirnya, gadis yang selalu mewarnai mimpi indahku. Tapi sial,
Lia selalu mengenalkan aku ketemannya sebagai sahabat. Dan lebih
parahnya lagi, begitu semangatnya dia bercerita pada orang-orang kalo
kami berdua tuh seperti kakak adik. Hal itu yang selalu menghalangi aku
untuk menyatakan kalau aku suka padanya, bahkan lebih, aku jatuh cinta
padanya.

Kejadian ini terjadi saat kami baru selesai wisuda dan sama-sama
berusaha untuk mencari pekerjaan. Suatu saat ada panggilan kerja di
jakarta yang aku dan Lia ikut dalam panggilan itu. Oh iya, aku belum
bilang kalau aku tetap tinggal dibandung setelah wisuda.

Setelah menjalani test kerja, aku mengajak Lia ke rumahku sebentar
sebelum kembali ke bandung. Orangtuaku tinggal dijakarta, tapi aku lebih
memilih tinggal dibandung setelah wisuda karena aku lebih suka tinggal
dibandung, relatif gak ada macet,dan tentu saja ada Lia yang sangat aku sayangi di bandung. Aku
mengajaknya kerumahku untuk sekedar berganti baju dan beristirahat
sebelum kembali ke bandung. Sesampainya dirumahku, aku menemui rumahku
kosong.
“Wah, pada kemana nih ??” kataku ke Lia
“Telepon aja yan !” kata Lia padaku
Aku mendial no hp ibuku dari ponselku.
“Ma.. Ada dimana ?” tanyaku lewat telpon saat sambungannya terhubung.
“Loh kamu pulang ? Mama sama papa jenguk adikmu” jawab mamaku lewat telpon.
Ternyata orangtuaku menjenguk adikku yang kuliah di kota lain.

“Kalo kamu mau masuk minta kunci aja sama tante erni, mama titipin
kedia” suruh ibuku untuk meminta kunci ke tante erni tetangga sebelah
rumahku.
“Ya udah deh, aku ambil ke tante erni”.jawabku.
Aku menutup telepon kemudian beranjak kerumah tante erni. Setelah membuka rumah, aku mengajak Lia masuk.
“Lia, kamu ganti baju aja dulu, aku mau ke kamarku sebentar” kataku ke Lia sambil menunjukkan kamar kecil kedia.
“Oke deh” jawabnya sambil membawa tas plastik berisi kaos ganti.

Sahabat+Kuliahku+Yang+Imut+dan+Hot+%25284%2529 Cerita Seks   Lia, Sahabat Kuliahku Yang Imut dan Hot

Aku masuk kekamarku dan mengganti baju disana. Saat aku keluar, ternyata
Lia sudah selesai mengganti baju. Dia menonton tv di ruang keluarga.
Lia mengganti bajunya dengan kaus putih favoritnya. Sebenernya aku udah
pernah ngomentari dia supaya jangan pake kaus itu lagi. Soalnya kaus itu
agak-agak semi transparan. Untuk deskripsinya,kaus putih itu ada bagian yang bahannya jarang, seperti benangnya
diambil. Bagian yang transparan itu membentuk garis-garis miring. Buat
yang melihat kalo agak jeli dikit bisa melihat bra dan kulit mulusnya.
Dan yang membuat aku gak suka, kaus kecil itu ngebentuk banget bodynya.
Tubuh Lia memang kecil imut, tapi proporsional. Dadanya yang bulat
terlihat besar dibandingkan badannya yang kecil.Untuk roknya, dia masih
memakai rok tadi. Aku selalu komentarin dia kalo pake rok, soalnya
dengan memakai rok pantatnya yang bulat itu terlihat semakin besar. Aku
selalu berfikir dengan pinggul dan pantat begitu, pasti dia gak akan
mengalami kesulitan kalo punya anak nanti.
“Lagi nonton apa ?” tanyaku ke Lia yang duduk disofa ruang keluarga.
“He..he..he.. gosip !” tawa renyahnya keluar saat menjawabku.

Aku duduk disebelahnya ikut menonton. Lia mengomentari gosip-gosip yang
diberitain, aku cuma ketawa-ketawa aja ngeliat dia yang semangat banget
mengomentari. Aku gak tau bagaimana mulanya, tangan kiriku menggengam
tangan kanannya sewaktu menonton,
seiring itu kami jadi jarang berbicara, entah apa yang ada didalam pikirannya.
“Yan, aku kekamar kecil dulu ya” katanya dan segera bangkit.

Aku mengangguk dan pegangan tangan kami terlepas. Saat dia ke belakang
aku menarik nafas panjang menahan gejolak hatiku. Sekembalinya dari
kamar kecil, Lia kembali duduk disebelahku. Entah kenapa dia kembali
menggenggam tanganku. Aku cuma tersenyum kepadanya. Suasana kembali
hening, sibuk dengan pikiran masing-masing. Aku mengelus tangannya, dia
cuma tersenyum. Cukup lama aku mengelus tangan dan lengannya, akhirnya
dia merebahkan kepalanya ke pundakku. Aku melingkarkan tanganku
ketubuhnya, badannya jadi bersandar didadaku.
“Rambut kamu bagus” kataku memecah keheningan.

Dia cuma terseyum. Aku mengelus-elus rambut panjangnya yang harum itu.
Entah apa yang ada dipikiranku, aku mencium kepalanya. Dia menoleh
kepadaku tersenyum, kemudian kembali menonton tv. Keberanianku makin
banyak, aku mencium kepalanya sekali lagi. Dia menoleh kearahku, kali
ini aku tidak menyia-nyiakan kesempatan, aku mencium keningnya. Lia
menggeser badannya, mendekatkan mukanya ke mukaku. Melihat itu, tanpa
ragu-ragu aku mengecup bibirnya. Hmm.. ternyata satu kecupan tidak
cukup, aku memagut bibirnya, Lia membalas ciumanku. Aku tambah semangat,
apalagi Lia membuka mulutnya, sehingga aku bisa menyedot bibir
bawahnya. Sedotanku dibalas dengan sedotannya kebibir atasku. Ciuman
kami makin panas saat lidahku bermain didalam mulutnya. Ternyata dia
juga membalas dengan memainkan lidahnya.
“Clop..clop..clop…” suara sedotan-sedotan ciuman kami.

Aku mendorong tubuh Lia untuk rebahan di sofa besar ini.Posisi kami
sekarang lebih enak, Lia terlentang dan aku diatasnya. Dengan posisi
ini, tanganku lebih bebas. Perlahan tangan kananku keletakkan di
payudaranya. Aku remas perlahan.
“Hmmm…” lenguhnya agak marah.

Aku tarik tanganku, takut Lia marah atas kelakuanku. Setelah beberapa
lama, aku beranikan lagi untuk menaruh tanganku kepayudaranya. Tiba-tiba
tangan Lia mencengkaram tanganku yang ada di payudaranya. Aku takut
sekali Lia marah, tapi ternyata……. Lia malah menekan tanganku supaya
meremas payudaranya. Atas “izinnya” itu aku mulai meremas-remas
payudaranya dari luar kaosnya. Ciumanku tidak lepas selama aku
meremas-remas payudara kiri dan kanan bergantian. Aku memberanikan diri
untuk memasukkan tanganku dari bawah kausnya. Sekarang tanganku
meremas-remas payudaranya dari luar branya. Hmm… kenyal dan bulat sekali
payudara yang tak pernah dijamah orang lain ini.Tak puas meremas dari
luar bra, aku selipkan tanganku kedalam branya dan meremas langsung ke
payudaranya.
“Akh…Akh..Akh…” lenguh Lia saat aku mulai meremas-remas payudaranya.
“Sebentar yan…” lia bangkit.

Kemudian berusaha melepas kait branya yang berada dibelakang. Aku
membantunya. Setelah terlepas, Lia kembali rebahan. Akumengangkat kaus
Lia sehingga terlihat bra longgar karena sudah terlepas kaitnya. Aku
angkat juga bra itu maka terlihatnya payudara Lia yang bulat itu.
Pentilnya coklat bersih terlihat membesar.Aku memberanikan diri untuk
mengecup payudaranya. Lia cuma terseyum. Kemudian aku mulai menyedot
pentil itu sambil meremas-remasnya.
“Akhhh… Akh…Akh…” lenguhan Lia makin keras.
Sahabat+Kuliahku+Yang+Imut+dan+Hot+%25281%2529 Cerita Seks   Lia, Sahabat Kuliahku Yang Imut dan Hot

Ditambah tubuhnya makin tegang. Setiap aku menyedot payudaranya, Lia
membusungkan dadanya supaya bisa aku sedot. Cukup lama juga aku menyedot
payudaranya, tubuh Lia mengejang-ngejang keenakan. Nafsuku sudah naik
diubu-nubun, aku sudah tidak tahan untuk menyetubuhinya, tapi aku
berusaha menahan, Lia masih perawan. Bosan dengan menyedot-nyedot
payudaranya, aku naik keatas untuk mencium bibirnya. Tangan Lia menuntun
tanganku untuk meremas kembali payudaranya. Kali ini aku
menggesek-gesekkan penisku yang masih ada didalam celana ke
selangkangannya. Roknya tersingkap karena dia membuka pahanya lebar,
gesekan penisku langsung ke celana dalamnya yang sudah mulai basah itu.
Gesekan penisku mendapat respon, Lia ikut menggoyang pinggulnya sehingga
gesekan kami makin hebat. Sebenarnya kalau dilihat gerakan kami sudah
seperti orang yang bersetubuh, cuma bedanya kami masih memakai pakaian
lengkap, cuma kaos Lia yang terangkat karena aku meremas payudaranya
langsung. Aku membuka kancing celanaku, membuka reslting dan
mengeluarkan penisku. Setelah penisku keluar, aku menusuk-nusukkan
penisku ke celana dalamnya yang basah itu. Kalau celana dalam itu tidak
ada, pasti penisku sudah menerobos lobang vag|na perawan Lia. Dengan
gerakan tusuk-tusuk itu, Lia makin mengelinjang. Aku sudah tidak mencium
bibirnya, dia lebih memilih menggerak-gerakkan kepalanya sesuai
goyangan selangkangannya sambil mengeluarkan suara-suara lenguhan.
“Ahh.. Ahh.. Ah…”.

Aku makin tidak tahan, aku meraba selangkangannya dari luar celana
dalamnya. Hmmm.. basah sekali disitu. Aku nekat, aku menarik pinggir
celana dalamnya sehingga vaginanya terbuka lebar, Aku gesekkan penisku
ke belahan vag|na Lia.
“Akhhhhh.. Akh… Akhh..” Lia makin mengelinjang.
Aku coba menusuk pen|s kevaginanya sedikit keras.
“Aduh !!!” teriak Lia dan tangannya mendarat dipipiku “Plak !!”.
Lia mendorong tubuhku kuat-kuat.
“Rian kamu jahat !!!” pekiknya kemudian mulai menangis.
“Maafin aku Lia, aku kira kamu juga mau” kilahku.
“Rian jahat, kita harusnya gak boleh melakukan ini” katanya sambil menangis.
“Maafin aku Lia, aku khilaf. Aku terbawa nafsu” jawabku.Lia menutup mukanya sambil menangis.

Hmmn…. aku menarik nafas menyesal. Aku duduk disebelahnya mencoba untuk
mengelus kepalanya, tapi tanganku ditepis. Akhirnya aku hanya duduk
terdiam.Setelah beberapa lama, tangis Lia mereda, dia mulai membenahi
bra dan pakaiannya, kemudian berkata
“Ayo kita pulang..” Dia mengatakan itu dengan muka marah.
Aku yang dibebani rasa bersalah mulai berkemas. Sepanjang perjalanan Lia hanya

terdiam dengan wajah muram sedikit marah. Akupun terdiam takut memancing
kemarahan Lia lebih besar. Di puncak pass, aku berhenti.
“Lia, kita makan dulu ya, dari tadi kita belum makan” ajakku ke Lia.
Tapi Lia hanya membuang muka kepadaku. Akhirnya aku keluar mobil untuk membeli makanan kecil dan minuman.
“Lia, aku minta maaf soal tadi siang. maaf ya…. Sekarang please makan dulu ya, kita belum makan dari tadi siang” kataku ke Lia.

Lia hanya terdiam.Aku bukakan makanan dan aku taruh di depannya. Aku
tidak mau memaksa, takut Lia tambah marah. Aku memakan makananku sampai
habis, aku lapar sekali.
“Lia… aku bener-bener minta maaf, please maafin aku ya” kataku.
Lia memandangku tajam.
“Maaf ya…” ulangku.
Lia menghela nafas, kemudian berkata kecil
“Iya aku maafin……”.

Aku terseyum kecil agak dipaksakan, kemudian aku pegang tangannya dan
berkata lagi. “Aku nyesel banget, maafin aku ya udah kurang ajar sama
kamu. Sekarang aku mohon kamu makan dulu ya” kataku.

Lia cuma tersenyum kecil sambil menggenggam tanganku. Kemudian dia mulai
memakan makanannya. Selesai makan dan minum, Lia terdiam lagi merenung.
Aku sungguh merasa tidak enak.
“Lia, ada masalah lagi ?” tanyaku.

Lia menggigit bibir bawahnya sambil menatapku. Tangannya ditekuk
menutupi dadanya. Kemudian dia mendekatkan mulutnya ke telingaku dan
berkata pelan.
“Rian, aku mau yang kayak tadi siang lagi….”Aku sungguh terkejut.
“Apa ???” tanyaku tercengang.
“Ya udah kalo gak mau” katanya ketus kemudian membalik badan membelakangiku.

Aku shock, terdiam, kemudian menstater mobilku. Aku mengarahkan mobilku
ke hotel yang ada didekat situ. Selama mendaftar untuk check in sampai
kamar tidak ada kata-kata yang keluar dari mulut kami berdua. Setelah
pintu kututup, kami langsung berpelukan dengan erat.
“Lia, sebenarnya aku sayang banget sama kamu” kataku di telinganya.
“Aku juga sayang kamu Rian” jawabnya lemah.

Aku mengecup bibirnya, Lia membalas ciumanku. Tanpa canggung kali ini.
Ciuman kami makin panas, ditambah aku juga meremas-remas payudaranya.
“Hmnmm.. Hmmm..” lenguh Lia tertahan.

Aku mengangkat tubuh lia dan aku rebahkan ditempat tidur. Posisi kami
sama seperti waktu di sofa, Lia terlentang dengan paha terbuka dan aku
menindih diatasnya. Ciuman kami teruskan. Aku mencoba melepas kait bra,
tapi Lia bertindak lebih. Lia membuka kausnya. Aku melepaskan kait
branya saat lia melengkungkan tubuhnya keatas, kemudia bra itu aku buang
ke lantai. Aku murai meremas-remas payudara Lia sambil menciuminya
hebat. Kadang-kadang aku menjilati lehernya. Lia cuma melenguh saat aku
memainkan pentil payudaranya. Lia berusaha membuka kausku, aku bantu dia
dan membuang kaus itu ke lantai. Sekarang kami sudah setengan
telanjang. Aku menciumi Lia lagi, sekarang kami sudah kontak kulit
langsung dibagian atas tubuh. Aku mulai menyedot-nyedot payudaranya.
“Agh,.. agh…. aghk…” lenguhnya merespon sedotanku.

Nafsuku sudah pol keubun-ubun, aku mencoba membuka rok yang menggangu
itu. Lia membantu dengan mengangkat pinggulnya. Saat menurunkan rok itu,
aku sekalian menurunkan celana dalamnya. Aku berdebar, takut Lia marah
lagi. Tapi dia tersenyum, Hmm… dia tersenyum dengan keadaan bugil !Aku
naik keatas untuk menciumnya lagi,tapi ternyata Lia lebih tertarik untuk membuka kancing celanaku.
“Yan buka dong, masa aku aja” katanya.
Sahabat+Kuliahku+Yang+Imut+dan+Hot+%25282%2529 Cerita Seks   Lia, Sahabat Kuliahku Yang Imut dan Hot

Aku berdiri dan melepaskan celana panjang dan celana dalamku. Saat aku
kembali Lia terlentang dengan mengatupkan pahanya. Aku berusaha membuka
pahanya, dia malah tertawa.
“Mau apa ?” katanya menggoda.
“he..he..he..” tawaku.

tapi akhirnya dia membuka pahanya juga. Kemudian aku menempatkan diri
diantara kedua paha itu. Kemudian aku menggesek-gesekkan penisku
dipermukaan vaginanya.
“ehhh…ehh…” lenguh tertahan Lia pelan.
“Lia… aku masukin ya..” pintaku lembut.
Lia cuma mengangguk kecil sambil menggigit bibir bawahnya.
“Nanti agak sakit kayak tadi, tapi cuma sebentar kok” kataku menenangkan dia yang terlihat gugup.
“Pelan-pelan ya Yan..” katanya.
Aku mengarahkan penisku ke vaginanya. Kemudian perlahan aku mulai mendorong penisku.
“aaaakh…” rintih Lia
“sakit yan”
Aku menarik kembali kemudian perlahan mendorongnya lagi, kali ini lebih dalam.
“sakiiiiitt…..” rintih Lia pelan.

Sebenarnya aku kasihan, tapi bagaimana lagi, vag|na Lia sempit sekali
dan agak kering karena dia gugup. Akhirnya aku dorong kuat.
“AKHHHH…” teriak Lia.
“Sakit Yan….”.

Tapi penisku sudah masuk semua. Aku diamkan penisku supaya Lia tenang
dulu. Aku mulai menciuminya dan meremas-remas payudaranya. Setelah
beberapa lama sepertinya sakitnya sudah hilang, badannya bergetar lagi
dan lenguhannya mulai keluar “Ah…ah…ahhh…”.
Aku coba menggoyang penisku perlahan, vaginanya terasa mulai basah.
“Akh…akh..” lenguh Lia.

Yang sekarang menutup matanya. Merasa vaginanya sudah cukup basah, aku
mulai menggoyang penisku lebih cepat. Lia hanya menggigit bibir bawahnya
sambil menggerak-gerakkan kepalanya kekiri dan kekanan. Bahkan
sekali-sekali tangannya memegang pantatku membantu menekan penisku
kedalam vaginanya. Setelah beberapa lama dalam posisi itu, aku coba
bangkit.
“aaa… Rian mo kemana ?” kata Lia sambil memelukku erat.
Matanya memandangku dengan tatapan tidak rela.
“Ganti posisi ya biar enak” kataku.
“Gini aja yan, aku pengen dipeluk…please…” katanya memohon.

Aku mengurungkan niatku dan memeluknya kembali dan memulai mengeluar
masukkan penisku divaginanya, mungkin Lia memang perlu dipeluk supaya
tenang. Maklum ini pertama kalinya buat dia.
Setelah sekian lama, aku mau mencoba gaya lain. Aku mengangkat badanku kembali
“Rian mo kemana ?” katanya lagi dengan nada lebih tinggi.

Aku tetap mengangkat tubuhku, tubuh Lia ikut terangkat karena dia
memelukku kuat. Akhirnya aku memilih untuk posisi duduk saja, dengan Lia
diatas panggkuanku. Aku mulai menggoyang pinggulku.
“Lia… ikut goyang ya, biar enak” kataku ke Lia.
Lia mulai menggoyang pinggulnya.
“Enak yan….” katanya dengan menggoyang pinggulnya lebih kencang.

He..he..he.. kayaknya karena pinggulnya bebas dia menggoyang sesuai arah
yang dia mau. Akhirnya aku rebahkan tubuhku menjadi terlentang. Lia
tetap menegakkan badannya dengan tanggannya menahan didadaku. Sekarang
Lia menaik turunkan tubuhnya, menghujamkan penisku ke vaginanya.
Kadang-kadang dia memutar pinggulnya, sepertinya dia sudah mulai
menemukan titik-titik nikmat vaginanya sendiri Tak lama Lia ambruk ke
dadaku.
“Aduh yan enak banget, tapi aku capek banget” katanya ngos-ngosan.

Kemudian aku membalikkan tubuhnya supaya terlentang. Kini kembali aku
diatasnya. Aku mulai menggenjot Lia lagi. Kali ini pinggulnya liar
sekali.
“Hgh..Hgh..Hgh….” lenguhnya dan tiba-tiba dia memelukku erat
“AKHHHHH…..”pekiknya.

Lia mencapai orgasme pertamanya.Aku menghentikkan goyanganku, memberikan
Lia kesempatan menikmati orgasmenya. Perlahan pelukkannya di lepas dan
tangannya direntangkan.
“Rian aku udah…” katanya pelan.
Aku cuma terseyum. Wah emang perawan ting-ting…
“Sedikit lagi ya Lia…” pintaku halus.

Dia cuma mengangguk pelan. Aku mulai mengoyang pinggulku lagi. Kali ini
Lia benar-benar diam tak bergerak, wah habis puas gak mau bantu aku nih
Tapi karena vaginanya licin sekali, tak lama kemudian aku sudah tidak
tahan. Aku cabut penisku dan memyemprotkan spermaku diatas perutnya.
“He..he..he.. lucu..” tawanya sambil mengusap-usap spermaku diperutnya.
“Wah…. ” kataku.
“Ya udah kita bersihin dulu yuk” ajakku ke kamar madi.

Setelah membersihkan badan dari kamar mandi, aku tidur terlentang di
tempat tidur masih bugil. Lia yang masih bugil mengikutiku dan tidur
diatas dadaku. Kemudian aku menarik selimut untuk kami berdua.
“Rian….” panggil Lia yang masih tidur didadaku pelan.
“Ya sayang…?” jawabku.
“Rian, kamu dah ngambil semuanya dari aku. Janji ya kamu mau nikahin aku” katanya manja.
Aku terseyum padanya dan berkata “Tentu aja sayang…”
kemudian aku mengecup keningnya. Kemudian kami berpelukan sampai tertidur. ……….

Cerita Seks Dewasa Terbaru – Pemerkosaan Seorang Gadis Reporter TV

Pemerkosaan+Seorang+Reporter+TV++%281%29 Cerita Sex Dewasa   Pemerkosaan Seorang Gadis Reporter TV

Sebut saja namanya Intan, seorang gadis berusia 24 tahun, tingginya

165cm dengan berat badan yang cukup ideal, 53kg, dengan ukuran payudara
34C. Dia bekerja di salah satu stasiun televisi swasta sebagai reporter.
Intan beparas cantik dan berkulit putih mulus sehingga dia dapat
diterima bekerja sebagai reporter di XX tv sejak dua tahun yang lalu.
Sebagai seorang reporter yang pastinya sering muncul menyapa pemirsa di
layar kaca, tentunya membuat Intan meraih popularitas sehingga banyak
orang mengenalinya. Banyak hal yang dirasa menyenangkan bagi Intan
karena popularitas yang didapatnya, diantaranya pada waktu keluar
berjalan-jalan, banyak orang yang mengenalinya dan tersenyum kepadanya
serta menyapanya, bahkan hingga meminta tandatangannya.

Namun, jika ada hal-hal yang positif tentu saja ada pula yang negatif,

diantaranya banyak lelaki yang suka bersiul ketika ia lewat, seringkali
hampir dicolek oleh tangan jahil lelaki iseng dan mupeng , hingga yang
baru saja terjadi, ada yang nekad mencari kesempatan untuk mengintip
Intan kala sedang berganti pakaian di dalam kamar pas di sebuah
department store di dalam sebuahpusat perbelanjaan, sialnya pelakunya
tidak berhasil tertangkap tangan.

Sebagai seorang reporter, tentunya Intan sering meliput berita di

sana-sini, lumayanlah itung-itung sekalian jalan-jalan sembari shopping,
begitu pikirnya. Terhitung hampir semua daerah, dari Sabang sampai
Merauke sudah pernah disinggahinya kala melakukan rutinitasnya sebagai
seorang reporter televisi. Walaupun begitu, ia jarang mendapatkan
kesempatan untuk melakukan liputan ke luar negeri sehingga suatu saat,
ketika atasannya memberikan kesempatan kepadanya untuk meliput berita di
Jepang, Intan girang sekali dan langsung memutuskan untuk mengambil
kesempatan tersebut. Walaupun tahu bahwa harga-harga di Jepang sangat
mahal, ia juga telah menyiapkan anggaran untuk belanja. Di Jepang nanti,
Intan ditugaskan untuk meliput sebuah festival adat di Jepang beserta
segala keunikannya.

Hari yang dinanti-nantikan tibalah juga. Intan berangkat ditemani oleh

Nina, seorang camera person dari XX tv ke Jepang. Nina berusia dua tahun
lebih muda dari Intan, tinggi badannya sepantaran dengan Intan namun
sedikit lebih kurus dengan payudara yang lebih kecil 34A, gayanya modis,
dan rambutnya seringkali bergonta-ganti warna, kali ini ia mengecat
rambutnya dengan warna cokelat kemerahan, menambah cantik penampilannya
yang juga berkulit putih. Mereka menggunakan jasa salah satu maskapai
penerbangan dalam negeri karena memang maskapai dalam negeri tidak
dicekal di Jepang seperti halnya yang dilakukan oleh negara-negara
Uni-Eropa.
Setelah menempuh perjalanan selama beberapa jam, tibalah Intan dan rekannya di bandara internasional Narita.
“Lo kenapa Nin?”, tanya Intan pada kawannya. “Kok kelihatannya lesu gitu?”
“Ya ialah, lama banget tuh perjalanan tadi, lo sih enak, molor terus!”

Ucapan temannya tersebut hanya ditanggapi dengan tawa oleh Intan, karena

memang selama perjalanan menuju Jepang, ia lebih banyak tidur, bukan
karena fasilitas pesawat yang nyaman, namun lebih dikarenakan balas
dendam, balas dendam? Lho? Memang, seminggu terakhir sebelum berangkat
ke Jepang, ia terus melakukan liputan berpindah-pindah kota untuk sebuah
program wisata belanja, hal itu dilakukannya untuk mengejar deadline
dari pimpinan redaksi.

Selama di Jepang, rencananya Intan dan Nina akan tinggal di rumah Wiwin,

kawan akrab Intan kala masih duduk di bangku SMU, Wiwin sekarang
bekerja sebagai seorang designer dan tinggal dekat kawasan Shibuya. Hal
ini juga merupakan suatu kebetulan bagi Intan karena Shibuya memang
terkenal dengan wisata belanja, kegemaran utama Intan.

Setibanya di kediaman Wiwin, Intan dan Nina langsung memutuskan untuk

beristirahat terlebih dahulu seusai perjalanan panjang dari Indonesia,
malam harinya Intan mengajak wiwin untuk mengantarnya berbelanja
keesokan harinya.
“Win, besok selesai liputan, lo anterin gue shopping yuk, gue kan disini cuman dua hari”.

“Aduuuh, sorry tan, gue besok ada meeting sama klien, enggak bisa

ditinggalin. Plus sorenya gue ketemuan sama cowok gue. Emm, lo ditemenin
sama si Nina aja ya? Ntar gue kasih tahu tempat-tempat yang barangnya
bagus dan murah.”
“Yah, si Nina kan sama aja kaya gue, awam sama daerah sini, lo gimana sih?”
“Iya, iya, soriii banget tapi gue betul-betul nggak bisa, lagian transportnya gampang kok, naik KRL sekali juga nyampe.”
“Mmm….. ya sudah deh engga apa-apa kalau begitu.” Jawab Intan dengan muka masam. “Eh, omong-omong cowok lo cakep ga?”
“Yaa, itu khan relatif, tapi umurnya udah jauh lebih tua, ada terpaut limabelas tahunan sama gue, lumayan tajir lagi.”

“Gila lo, sekarang kok seleranya berubah, seneng sama om-om, hahahaha.”

Merekapun bercanda hingga merasa mengantuk dan beristirahat kemudian.

Keesokan harinya, Intan dan Nina menyelesaikan liputan berita untuk XX

tv dengan lancar, merekapun kembali terlebih dahulu ke tempat Wiwin
untuk meletakkan kamera dan berganti pakaian. Intan dan Nina sepakat
kompakan memakai rok span berwarna senada, hitam, sehingga tampak
kontras dengan paha keduanya yang putih mulus. Nina memadukan roknya
dengan blouse putih, sedangkan Intan memilih mengenakan kemeja berwarna
krem, mereka berdua mengenakan mantel bulu karena udara yang lebih
dingin dibanding di tanah air.

Berdua, mereka berangkat naik taksi ke stasiun dan kemudian membeli

tiket kereta rel listrik, tak lama menunggu, keretapun datang dan mereka
segera naik.
Pemerkosaan+Seorang+Reporter+TV++%284%29 Cerita Sex Dewasa   Pemerkosaan Seorang Gadis Reporter TV

Sementara itu, di tempat kerjanya, Wiwin tampak teringat sesuatu dan

mengangkat ponselnya, hendak menelepon Intan, namun, “astaga, dia belum
ganti nomor lokal, enggak bisa dihubungi deh.” Kata Wiwin dalam hati
dengan wajah yang tampak kebingungan karena hendak memberitahukan
sesuatu pada Intan namun tidak bisa dilakukan.

Di dalam kereta, Intan dan Nina ternyata tidak dapat menemukan tempat

duduk yang kosong, sehingga keduanyapun memutuskan untuk berdiri sambil
berpegang pada pegangan yang sengaja dibuat untuk penumpang yang tidak
kebagian tempat duduk. Lima menit berlalu, sambil berdiri, Nina dan
Intan baru menyadari bahwa hampir seluruh penumpang di gerbong tersebut
adalah laki-laki, hanya ada dua wanita tua yang sedang terlelap duduk di
ujung gerbong. Perhentian berikutnya, beberapa penumpang turun, Intan
dan Nina mencoba mengambil kesempatan untuk duduk, namun keduluan oleh
beberapa penumpang lain yang sedari tadi juga berdiri. Segerombolan
penumpang baru juga masuk, dan seluruhnya pria. Space untuk berdiri pun
kian sempit, sehingga Intan dan Nina hampir dikelilingi oleh gerombolan
pria yang bau naik tadi.
“Yah, sial, berdiri lagi deh.” Ujar Intan yang diamini oleh Nina.

“Liat deh, penumpangnya laki semua tapi nggak ada yang gentleman, ngasih

tempat duduk kek buat makhluk-makhluk cantik, ha2.” Canda Nina yang
disambut tawa renyah Intan

Sesaat setelah itu, terdengar suara seseorang dibelakang mereka, dari

nada bicaranya nampaknya bertanya sesuatu kepada mereka. Merekapun
menoleh mencari si sumber suara. Tampak dihadapan mereka seorang bapak
berwajah ramah, jika ditaksir, kira-kira umurnya empatpuluhan. Ternyata
orang tersebut yang memanggil tadi.
“Ima nanji desu ka?”
Intan dan Nina sama-sama bengong karena sama sekali tidak mengerti apa yang baru saja diucapkan pria tersebut.
Seolah mengerti bahwa yang diajak bicara tidak mengerti bahasanya, bapak tersebut mengulangi pertanyaannya.
“Ano, What is da time?” Ujarnya dengan bahasa Inggris sekenanya sambil menunjuk pergelangan tangannya sendiri.

Intan dan Nina baru mengerti apa yang ditanyakan tadi ketika si bapak

berwajah ramah mengulangi pertanyaannya dalam bahasa Inggris, walaupun
tata bahasanya salah (yang benar what time is it?).

Untungnya Intan sudah mencocokkan jam tangannya dengan waktu setempat.

Ia pun memperlihatkan jam tangannya kehadapan bapak itu agar dapat
melihat sendiri pukul berapa sekarang. Bapak itupun manggut-manggut
setelah melihat jam. “Domo arigato gozaimasu” Ucapnya sambil tersenyum.
Kalau yang ini Intan mengerti bahwa artinya terima kasih, ia pun
membalas senyuman bapak itu, sementara Nina hanya memperhatikan dari
tadi.

Sebelum sempat membalikkan badan, Intan merasakan ada tangan yang

menyenggol paha bagian belakangnya. Ia pun berbisik kepada Nina, “Nin,
tadi kayak ada yang nyolek gue deh.”
“Masa? Kok sama, tadi juga kayak ada yang nyenggol pantat gue.” bisik Nina.

“Ya udahlah, mungkin kebetulan saja, kereta ini kan bergerak terus jadi

mungkin ada yang badannya jadi gak seimbang dan gak sengaja nyenggol.”
tukas Intan. Nina pun mengiyakan ucapan temannya itu dan bersikap santai
saja sambil menunggu kereta sampai di tujuan.

Belum ada lima detik dari senggolan pertama tadi, kembali Intan

merasakan rabaan pada pantatnya, kali ini bukan lagi menyenggol, namun
terasa sedikit meremas. Terkejut, Intan pun berusaha menepis tangan itu.
Cerita Sex Dewasa - Pemerkosaan Seorang Gadis Reporter TV | faktaterbaru.com

Merasakan gelagat yang tidak baik, Intan mengajak Nina menjauh dari

tempat berdiri mereka sekarang. Namun belum sempat mereka bergerak, ada
tangan-tangan yang mencengkeram lengan mereka berdua sehingga mereka
tidak dapat bergerak kemana-mana. Disaat bersamaan, kedua wanita cantik
itu merasakan tangan yang menjamah tubuh mereka kian banyak. Ada yang
meremas-remas pantat mereka dan ada yang naik meraba payudara mereka.
Merekapun berusaha meronta melepaskan diri dari situasi tersebut, tangan
keduanya bergerak menepis tangan-tangan jahil itu. Namun apa daya dua
pasang tangan melawan tangan-tangan sebanyak itu.

“Ehh, apa-apaan ini!” teriak Intan. Namun ia menyadari tidak ada yang

paham ucapannya. Ia pun berusah menggunakan bahasa Jepang sebisanya.
“Ieee, bageroooo! Emph….” Sebelum sempat meneruskan teriakannya, ada
tangan kokoh membekap mulutnya dari belakang sehingga ia tak lagi mampu
berkata-kata. Semakin lama, jamahan dari tangan-tangan itu kian mengarah
ke paha bagian dalam Intan. Ia pun berusaha mengatupkan kedua kakinya
sehingga tangan-tangan itu tidak dapat menjangkau bagian vitalnya. Namun
usaha itu sia-sia karena tangan-tangan lain sudah mencengkeram dan
merenggangkan kakinya sehingga posisinya terbuka dan tangan-tangan
jahanam itu dapat leluasa bergerak menuju vag|na Intan yang masih
tertutup g-string seksi warna hitam.

“Mmh…. hhhh” Intan hanya bisa sedikit mendesah, dalam keadaan mulutnya

disumpal telapak tangan seseorang dibelakangnya. Intan mencoba melihat
dimana posisi Nina, tapi ia tidak dapat melihat temannya itu, di
sekitarnya hanya ada segerombolan laki-laki.

Perlahan, tangan-tangan tersebut mulai membuka kancing kemeja krem

Intan. Intan pun berusaha meronta sebisanya, namun hal tersebut hanya
membuat pertahanannya lebih longgar karena berikutnya, mantel bulu yang
dikenakannya berhasil direnggut oleh seorang laki-laki anggota
gerombolan itu. Kini, Intan masih berpakaian lengkap minus mantel
bulunya, namun kancing kemejanya sudah terbuka seluruhnya,
memperlihatkan payudara Intan yang sekal dan hanya ditutupi oleh bra
berwarna putih. Tangan-tangan yang menjamahnya seolah semakin menggila
dengan keadaan tersebut.

“Mmm…!”, terdengar suara teriakan tertahan Intan. Rupanya ada yang

meremas-remas payudara Intan dengan keras sehingga ia berteriak
tertahan. Berikutnya, dengan sekali hentakan, robeklah bra putih yang
dikenakan Intan memperlihatkan dua gundukan indah dengan puting berwarna
kecokelatan. Kini, tubuh bagian atas intan sudah terbuka dan hanya
menyisakan kemejanya yang seluruh kancingnya sudah terbuka. Melihat
pemandangan tersebut, seorang diantara gerombolan tersebut bergerak maju
dan mulai memainkan puting payudara sebelah kanan Intan, sementara
mulutnya mulai ‘menyusu’ ke payudara sebelah kiri Intan. Yang lebih
membuat Intan terkejut adalah, orang tersebut ternyata si bapak berwajah
ramah yang bertanya jam tadi. Dalam hatinya Intan berkata “dasar tua
cabul, tahu begini udah gue tonjok dari tadi”. Sementara itu,
tangan-tangan yang ‘beroperasi’ di bagian bawah tubuh intan semakin
berani, ada yang menarik roknya keatas sebatas pinggang, sehingga kini
rabaan dan sentuhan mereka dapat langsung bersinggungan dengan kulit
telanjang Intan, sebuah tangan meraba naik paha bagian dalamnya dan
bersentulah dengan liang vag|na Intan yang masih terbungkus g-string
hitam. Tangan itu menggesek-gesek kemaluan Intan dengan gerakan
maju-mundur. Mendapat rangsangan yang demikian hebat, Intan pun mulai
terangsang diluar kemauannya sendiri. Seolah mengetahui hal tersebut,
tangan yang membekap mulutnya mulai mengendurkan pegangan dan perlahan
melepaskan bekapannya. Intan tak lagi berteriak-teriak, mungkin karena
sudah terlampau lelah meronta, disamping itu, tidak bisa dipungkiri
bahwa ia menjadi sangat terangsang dengan keadaan ini.

Tanpa disadari oleh intan, ternyata g-stringya sudah tidak berada

ditempatnya semula, entah kemana, memperlihatkan vaginanya yang dihiasi
bulu-bulu kemaluan yang dicukur rapi, sehingga tangan yang tadinya hanya
menggesek-gesek kemaluannya, perlahan mulai memainkan jari-jarinya
diatas klitoris Intan. Intan terangsang hebat diperlakukan seperti ini,
namun ia tidak ingin semua laki-laki dihadapannya tahu bahwa ia
terangsang, karena hal tersebut pasti akan membuat mereka merasa senang
dan puas. Iapun mencoba menutupinya dengan mengatupkan bibir mungilnya
rapat-rapat dan mencoba untuk tidak bersuara, apalagi mendesah. Namun
cobaan terasa semakin sulit bagi Intan, selanjutnya, jari tengah si
bapak berwajah ramah digerakkan keluar-masuk di dalam liang vag|na
Intan, didalam vaginanya, jari itu sedikit ditekukkan sehingga mengenai
g-spot milik Intan. Intan semakin tidak kuasa menahan gejolak birahi
yang dahsyat, mulutnya tetap ditutup rapat-rapat, namun sesekali
terdengar desahan tertahan. “Emmh… hhh”.

Gerakan jari itu kian lama kian cepat sehingga pertahanan Intan yang

mati-matian berusaha tidak menunjukkan ekspresi kenikmatan akhirnya
bobol juga.
Pemerkosaan+Seorang+Reporter+TV++%283%29 Cerita Sex Dewasa   Pemerkosaan Seorang Gadis Reporter TV

“Mmhh… aa… aaaaaahh!!” Teriakan itu disertai getaran hebat, ia

menggelinjang menerima orgasme pertamanya. Cengkeraman tangan dari para
lelaki yang sedari tadi memegangnya kuat-kuat, akhirnya dilepaskan.
Intan terduduk lemas, tubuhnya terasa panas terbakar gejolak birahi.
Perasaannya bercampur aduk, antara malu, terhina, marah dan nikmat.
Hanya sekitar lima-enam detik kemudian, tubuh Intan kembali diangkat
oleh para lelaki Jepang tersebut, namun kali ini beberapa orang diantara
mereka sudah melorotkan celana masing-masing, memperlihatkan pen|s
masing-masing yang sudah tegak mengacung. Mengetahui apa yang akan
dilakukan gerombolan lelaki itu, Intan coba berontak dengan menggunakan
tenaganya yang tersisa, namun seorang diantara gerombolan itu, tubuhnya
kurus dan agak tonggos, meremas kedua payudaranya kuat-kuat sehingga
intan merintih kesakitan dan mencoba menepis tangan itu dari atas
payudaranya. Disaat bersamaan, pinggang Intan ditarik kebelakang oleh si
bapak berwajah ramah yang langsung menancapkan pen|s 15cm-nya kedalam
vag|na Intan dengan sekali hentakan keras. Bless, masuklah pen|s itu
disertai teriakan panjang Intan yang baru pertama kali dimasuki oleh
pen|s laki-laki. Bapak itu memompa tubuh Intan dengan cepat.
“Plok…plok”, begitu bunyi yang terdengar ketika paha bapak itu beradu
dengan paha bagian belakang Intan. Para lelaki yang lain tidak hanya
diam saja, sebagian menjamah bagian-bagian sensitif Intan dengan
leluasa, sebagian lagi terlihat mengocok penisnya sendiri, dan ada pula
yang meraih tangan Intan, dan memaksa Intan untuk mengocok penisnya. Ada
seorang lagi yang berperawakan pendek memasukkan penisnya kedalam mulut
Intan dan menggerakkannya maju-mundur. Sehingga sekarang, Intan dalam
posisi setengah membungkuk dan disetubuhi dari arah depan dan belakang
tubuhnya.

Lima belas menit berlalu, lelaki yang penisnya dikocok oleh tangan

mungil Intan, tampak tidak kuat lagi menahan gelombang orgasme dan
berejakulasi sesaat kemudian, crott!! spermanya muncrat dengan deras dan
sebagian mengenai wajah Intan.

“Ah…. ahhh”, Intan mendesah seriap kali pen|s si bapak masuk dengan

dalam di vaginanya. Lima menit kemudian, tubuh Intan bergetar hebat, ia
mendapatkan orgasme keduanya. “Aaaa.. aaahh!!” Desahnya.

Tidak berapa lama, pen|s didalam mulut Intan menyemburkan spermanya.

Membuat Intan gelagapan dan tersedak sehingga sebagian sperma itu
tertelan olehnya, sementara sebagian lagi meleleh keluar dari bibit
indahnya. Si bapak yang memompa vag|na Intan rupanya kuat juga, masih
belum menampakkan tanda-tanda akan keluar. Bapak itu rupanya pandai
memainkan tempo, terkadang kocokan penisnya dipelankan dan terkadang
cepat. Tampaknya ia benar-benar ingin menikmati jepitan vag|na Intan
sepuasnya. Sepuluh menit kemudian, cengkeraman tangan bapak itu di
pinggang Intan tiba-tiba mengeras, bapak itupun mulai setengah mendesah.
“Hhhh…. ah..” Intan tahu bahwa orang dibelakangnya ini akan segera
berejakulasi, iapun mencoba menarik badannya ke arah depan sehingga
rahimnya dapat diloloskan dari semburan sperma bapak brengsek itu, namun
sia-sia, baru setengah pen|s yang bisa dikeluarkan dan “Aaaaaahh”
Crott, crott, crott! Sperma bapak itu keburu keluar membanjiri bagian
dalam vag|na Intan. “Aah, sial, damn..” gerutu Intan dalam hati karena
bapak itu keluar didalam vaginanya.

Tubuh Intanpun digeletakkan di atas lantai kereta dan dikelilingi tiga

orang lelaki lagi yang dengan irama cepat mengocok sendiri pen|s
masing-masing di depan wajah Intan, dan beberapa saat kemudian
berejakulasi dan menyemburkan sperma masing-masing di wajah Intan. Para
lelaki itupun meninggalkan Intan terkulai diatas lantai kereta dalam
keadaan telanjang bulat dengan hanya mengenakan kemeja warna krem yang
sudah kusut dan basah oleh peluh dan sperma. Payudaranya dipenuhi
bekas-bekas remasan dan cupangan yang berwarna kemerahan. Dalam keadaan
lemas, ia mencoba mencari Nina yang sejak tadi tidak terlihat. Rupanya,
Nina mengalami hal yang sama dan ditinggalkan tergeletak lemas
bermandikan keringat dan sperma. Tidak ingin berlama-lama dalam keadaan
demikian, Intan segera berdiri, mengelap keringat dan sperma disekujur
tubuhnya dengan bra putihnya yang sudah robek, kemudian mengancingkan
kembali kemejanya dan menurunkan roknya kembali, Intan kemudian mengajak
Nina yang juga sudah merapikan diri, untuk keluar dari kereta dan
mengajaknya untuk kembali saja ke tempat Wiwin. Kejadian barusan membuat
hasrat belanjanya hilang.

Setibanya mereka di rumah Wiwin, merekapun mandi membersihkan tubuh

masing-masing dari sisa-sisa persetubuhan yang baru saja dialami.
Kemudian mengistirahatkan tubuh masing-masing. Sorenya, bel depan
berbunyi, rupanya Wiwin sudah pulang. Nina yang membukakan pintu.
setelah masuk kedalam rumah, Wiwin menanyakan keadaan kedua temannya
itu. Intan dan Nina pun menceritakan hal yang tadi mereka alami di
kereta sehingga mereka berdua membatalkan niat belanjanya.

“Waduh, gue minta maaf bener. gue lupa kasih tahu kalian, sebenarnya ada

kereta khusus untuk penumpang wanita di sini, karena emang banyak
kejadian begini sebelumnya.”
“Yah, lo kok enggak kasih tahu kita dari kemarin sih Win? Kalau tahu, kan kita enggak bakal diperkosa begini.”

“Iya, iya, gue bener-bener mohon maaf.” Ucap wiwin. “Eh iya, kalian mau

enggak, gue kenalin sama cowok gue? Kebetulan tuh, sebentar lagi
kesini.”
Intan dan Nina mengiyakan tawaran itu karena memang penasaran seperti apa muka pacar si Wiwin.

Beberapa saat kemudian, kembali terdengar bunyi bel. Wiwin beranjak

keluar. Saat kembali kedalam rumah, ia berjalan bersama sesosok pria.
Intan terkesiap. Astaga, ternyata si bapak berwajah ramah yang
memperkosa dia.